Saturday, March 26, 2016 | By: Bagus Yulianto

Sadarkah Kita? Sebuah Puisi Kehidupan - Orang Rata-Rata

Jika jalanmu adalah sebuah jembatan yang dipenuhi oleh duri-duri. duri hidup yang tak akan pernah kau ceritakan kepada orang lain dan semua itu yang membuatmu kuat. meresa hebat dan dengan bangga mengatakan bahwa kau adalah seorang MANUSIA.

Jika ceritamu terlalu indah, mungkin akan menjadi cerita dongeng. Tapi, karena kita manusia, maka semuanya akan membuatmu lelah dan butuh waktu untuk beristirahat.

Pekalah terhadap orang lain disekitar kita.

Selamat menikmati puisinya!



pengemis tua


Orang Rata-Rata
Karya : Fazrol Rozi


Orang rata-rata sedang berjalan,
bersemangat sekali,
Hingga ia melihat seorang papa,
yang kesusahan memegangi perutnya.

Iya mengumpulkan koin-koin,
Recehan ilmu yang dimiliki,
Dari pelbagai sumber,
Nyata maupun maya,
Baik nian maksud tujuannya.

Sekantong recehpun terbungkus,
Tak rapi disebalik kertas bekas,
Tapi ikhlas,
ikhlas sekali.
Siap diberikan kepada dia,
Orang yang papa, dimatanya.
Si orang rata-rata.

DUK..

Bungkusan koin tadi dilemparkan
tepat kena perut si papa.
"Masalahmu disana kan, ini solusinya!"
Selesailah satu masalah, rasa-rasanya.
Baik nian dirinya,
membantu dengan ikhlas dan wibawa,
Tegas orang rata-rata.

Hingga ia sadar,
Si papa menyeringai,
Membentak maksud baik itu,
Maksud baik orang rata-rata,
Dengan berang mengembalikan koin-koin keikhlasan tadi.
Memicing,
Lalu bersemayam disebalik kemiskinan, memegangi lagi masalahnya seperti biasa,

Orang rata-rata heran,
Betapa heran,
Mengapa masih ada orang dhaif seperti ini.
Yang tak tau berterima kasih,
Tak tau menerima kenyataan,
Tak mau berusaha,
Huh..
Tak taulah..

Orang rata-rata pun berlalu,
Menyumpah-nyumpah..
Dan disumpah-sumpah..

26 Maret 2016


Untuk mendonwload, silahkan klik link dibawah

animasi download

Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Tuesday, March 22, 2016 | By: Bagus Yulianto

Kenapa Kau Datang, Hujan? Sebuah Puisi Tentang Hujan - Kala Hari Sedang Hujan

Dunia sastraku. Kali ini kami mendapatkan kiriman Puisi dari salah seorang Dosen di Politeknik Negeri Padang, Bapak Fazrol Rozi.

Sebuah puisi yang digambarkan dengan kata-kata yang halus dan asyik untuk dibaca. Hujan. Sesuatu yang tidak asing bagi kita, tapi mengandung setiap makna disetiap tetesnya.

Selamat menikmati!

hujan


Kala Hari Sedang Hujan
Karya : Fazrol Rozi


Kala hari Sedang hujan seperti ini,
Maka teringatlah aku akan masa lalu,
Yaitu masa masa dulu
Ketika hari sedang hujan seperti ini
Aku jadi teringat masa lalu,
ketika mengingat-ingat suatu kejadian,
Kejadian kala hari sedang hujan seperti ini,
Dimasa lalu.

Kala hari sedang hujan seperti ini,
Maka aku teringat masa dulu,
ketika terpaku menatap ke luar pintu
Menatap rintik
Di hari sedang hujan seperti ini
diwaktu sebelum dan sebelum dan sebelumnya lagi ketika hujan..

Kala hari sedang hujan,
Yang ku ingat adalah hujan sebelumnya,
Apa yang terjadi kala hari hujan
Di waktu sebelum ini?
Aku mengingat kala hari sedang hujan sebelumnya lagi.
Hingga pandangan ini kosong,
Jantung berdesir seperti gerimis,

Entah kapan ini bermula,
Sehingga aku tersesat dilorong ini,
Jalan kecil nan panjang,
Yang hadir kala hari sedang hujan,
seperti sekarang ini.

Hingga aku sadar,
Kala inilah do'a naik menerobos angkasa,
Tanpa terhalang oleh awan hitam,
Dan terpaan air kala hari sedang hujan..



22 Maret 2016


Untuk mendownload, silahkan klik link dibawah

animasi download

Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA

Apa Itu Politik? Sebuah Puisi Tentang Politik - Politik Sandiwara

Dunia Sastraku. Kehidupan politik sudah sangat akrab dalam kehidupan kita. Dimanapun dan kapanpun. Di rumah, di sekolah , dalam forum atau organisasi dan tentu saja di dalam pemerintahan. Semuanya telah melakukan politik daik secara sadar ataupun belum disadari.

Bagaimana kita tidak berpolitik? Jika setiap harinya dihadapkan dengan berbagai kehidupan yang pelik dan menuntut kita untuk bertindak. Bertindak yang menurut kita selalu baik tanpa memperhatikan orang-orang disekitar kita. Hal inilah yang melahirkan politik sandiwara.

Sebuah Puisi tentang politik yang dikirimkan oleh Hari Akbar (1D D3 EC) telah mengambarkan tentang kehidupan politik yang selalu kita hadapi. Dengan bahasa yang lugas yang asyik untuk dibaca. Puisi tentang politik yang digambarkan dengan kata-kata yang indah

Selamat menikmati!




politik


Politik Sandiwara
Karya : Hari Akbar


Kebenaran raib oleh kebohongan
Mayoritas memudarkan minoritas
Kuat menindas lemah
Hitam  mengaburkan putih

Dimana kebenaran ?
Dihilangkan oleh setumpuk manusia biadap
Yang menjadi musuh dalam selimut
Macam itulah politik pertiwi

Pertiwi menangis...!!!
Merindukan sosok pejuang rakyat
Bukan sosok penghibur rakyat
Yang pandai bicara bak lakon dalam sinetron

Kemana sosok yang dirindukan itu ?
Hilang lenyap terbawa arus sandiwara pelakon politik
Yang profesional bak pelakon film hollywood
Miris, memalukan, dan tidak bermartabat

Hak rakyat direbut
Harta rakyat dirampas
Dasar bajingan tikus berdasi !

Ayo...
Bangkit pertiwi...
Bersama kami muda-mudi, musnahkan tikus-tikus kantor !

Salimpaung, 27 Januari 2016


Untuk mendownload, klik link dibawah

animasi download



 Silahkan lihat Puisi-Puisi tentang Politik lainnya Disini
Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Saturday, March 19, 2016 | By: Bagus Yulianto

Puisi Kebangsaan Tentang Negaraku, Indonesia - Matanya Kelilipan


Dunia Sastraku. Sudah lama sekali saya tidak memposting Puisi saya sendiri. Soalnya begitu banyak kiriman puisi, cerpen, ataupun cerbung dari teman-teman sekalian. Saya ucapkan terima kasih banyak atas partisipasinya.

Kali ini, saya akan memberikan sebuah Puisi Kebangsaan yang sebelumnya sudah pernah diterbitkan E-book oleh salah satu komunitas kepenulisan. Judul E-booknya adalah Baik-Bait Anak Bangsa. Jika ingin membelinya, bisa Klik Disini.


Gadis Lucu


Matanya Kelilipan
Karya : Bagus Yulianto

Mata gadis itu kelilipan
Oleh debu-debu halus yang berterbangan
Yang membuatnya sulit untuk melihat
Melihat Indonesia kehilangan semangat pengorbanan

Matanya kelilipan
Oleh siapa?

Mata Indonesia kelilipan
Oleh orang-orang suci di Suralaya
Dengan kebenaran dalam benak setiap mereka
Tanpa tahu asalnya luka
Setelah disempurnakan sukatan dan timbangan
Dibisikkan nyawa dan kehidupan
Oleh penidur yang sudah berangkat
Meninggalkan Indonesia yang kelilipan


Tanjung Gadang, 21 Juli 2015, 10:15 WIB

Silahkan lihat Puisi Kebangsaan Lainnya. Klik Aja Disini

Untuk mendonwload, klik link dibawah

Download

Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Thursday, March 10, 2016 | By: Bagus Yulianto

Chapter 2 Cerbung "Setengah" Karya M Nazwar Ali S

Cerbung Sastra Setengah M Nazwar Ali S


Setengah


Aku sangat terkejut mendengar cerita isa, hal tak pernah aku bayangkan sebelumnya.Aku termenung berjalan dirumah sakit dimana keramaian diiringi rasa kecewa, takut, lelah dan khawatir dari orang-orang disekitar.

Aku pulang dan sampai dirumah untuk mempersiapkan pindah kesekolah baru besok, ini membuatku gugup karena disana aku akan bertemu orang baru lagi yang aku tak tau bagaimana dia berpikir da nisi pikirannya.

Ibu pulang ! aku hanya diam karena malu atas kesalahanku dan belum mengucapkan kata maaf. Ibu juga diam setelah kejadian itu dan tak ada berbicara kepadaku bahkan melihat atau memandang wajahku. Begitulah keseharianku setelah kejadian itu. Didalam hati sungguh aku menyesal dan sangat menyesal tapi entah bagaimana mulut ini begitu enggan mengakatan maaf kepada ibu yang telah membuatku melihat dunia ini.

Hari demi hari berlalu dan aku mulai terbiasa dengan sekolah baru, tak ada yang spesial dengan sekolah baru. Aku hanya berteman biasa dengan anak-anak dikelas dan selalu pulang sendirian. Sudah lama aku tidak ada bertegur sapa dengan ibu dan sudah lama aku ingin menyampaikan kata maaf ini. Aku belum juga mengatakan maaf kepada ibu dan begitu juga dengan ici yang tidak ada memberi kabar, mungkin sekarang nomor teleponnya sudah tak aktif lagi.

Hariku terasa hampa dan membosankan karena teman bermain dan tempatku mengeluh sedang tidak baik denganku. Aku tidur dikamar memandangi keluar jendela melihat orang yang melangkah entah kemana dengan tujuan mereka. aku melihat isa lewat lalu aku duduk dan memandanginya berjalan “ rumah dia kan jauh tapi kok jalan disini, tapi syukurlah dia sudah sembuh “.

Isa berhenti didepan rumahku memandangi kedalam dengan tatapan ragu aku lihat, dia mengatakan sesuatu dan terdengar seperti memanggil namaku. “ hah ? dia memanggil aku ?” itu sangat aneh kenapa isa kesini dan kenapa dia tau rumah aku. Aku segera berlari keluar membuka pintu dan pergi kedekat pagar.

“ nah isa kenapa manggil nazwar ? kok tau rumah nazwar ? trus kok jalan kesini, kan jauh ? udah sembuh ?” aku berceloteh cukup banyak.

“hahaha nazwar kamu ngomong apaan ? Tanya satu-satu lah, gak bisa dicerna sama otak isa nih” isa tertawa.

“maaf sa kebiasaan” baru kali ini aku kembali mengkhwatarikan orang selain ici. Ini aneh !!

Isa mengatakan hanya mau mengajak aku bermain bersama karena dia melihat aku agak sedikit murung, aku bertanya dia tau dari mana aku agak murung dan ternyata teman-temannya adalah orang yang sekelas denganku disekolah baru. Walaupun dia juniorku tapi dia tak pernah memanggilku abang,senior ataupun dengan panggilan yang lebih tua. Entah apa yang membuatnya tak mau dan entah kenapa dia ingin akrab dengan orang seperti aku.

Walaupun kami berebeda sekolah isa tetap mau menemani saya bermain. Ada satu pertanyaannya yang membuatku berfikir dalam.

Isa bertanya “ nazwar kenapa yosi tak pernah memanggil nama mu ?”

“….hmmmm” aku terdiam.

“apa kamu tak menyadarinya ?”

Benar aku baru sadar sekarang, selama aku dekat dan menjadi sahabat yosi dia belum pernah memanggilku. Dia hanya akan memanggil dengan panggilan hoi,kamu atau hal seperti itu. Entah kenapa aku baru menyadarinya sekarang, andai aku bisa menanyakan alasan nya langsung pada ici.

Pertanyaan tersebut ingin membuatku bertemu dengan ici tetapi sampai sekarang aku masih belum bisa bertemu dengannya bahkan mendapat kabar darinya. Semakin banyak pertanyaan yang belum terjawab dipikiranku dan membuat waktu tidurku semakin singkat. Padahal aku masih muda dan seharusnya aku menjalani masa muda ku dengan bahagia bukan dengan masalah seperti ini.

Pertemuan dengan isi berakhir dengan pertanyan yang dia ajukan itu dan bahkan belum aku jawab. Aku pulang kerumah, seperti biasa ibu telah menyiapkan makan siang dan ibu belum menyapaku hingga saat ini dan ini sudah dua minggu lamanya. Aku pun begitu entah kenapa aku merasa malu minta maaf kepada ibu. Kami selalu makan bersama menonton bersama tetapi aku dan ibu tak pernah bicara bersama selama dua minggu. Aku telah mendapatkan dosa besar.

Setiap hari aku pulang sekolah ibu selalu sudah dirumah dan selalu sedang tidur dikamarnya. Aku selalu melihat ibu tidur sepulang sekolah, melihat diam-diam kekamarnya. Setiap hari pula aku ingin minta maaf pada ibu tapi tak pernah terucapkan kata maaf dari mulutku untuk ibu.

Satu bulan berlalu aku marahan sama ibu, satu bulan pula tidak ada kabar dari ici dan satu bulan pula aku selalu ditemani isa bermain. Hari ini hari rabu 2 hari sebelum peringatan hari pendidikan, disekolah ada latihan untuk pawai hari pendidikan. Aku berangkat kesekolah dengan perlengkapan yang disuruh bawa oleh guru. Perasaan ku sangat aneh dan semakin aneh tapi aku tak tahu kenapa. Badan ini mulaii terasa tak enak dan berat. Aku tak melanjutkan latihan dan  segera pulang, dirumah seperti biasa ibu tidur dikamarnya dan aku melihatnya tidur dengan diam-diam. Aku pergi kekamarku dan tidur tanpa memakan apa yang telah disiapkan ibu untukku.

Aku tidur karena aku merasa demam dan rasanya saat terbangun sudah sore, ayah membangunkanku “nazwar bangun sudah maghrib”. Aku tak menjawab, lalu ayah mendekat dan memanggilku lagi “nazwar sakit ?” aku tetap tak menjawab. Badanku gemeteran dan ayah memegang kepala ku. “ nazwar demam tapi kenapa gak bilang ? apa nya yang sakit ? bilang sama ayah nak !” aku tak merespon karena memang tak bisa mengeluarkan suara ini.

Aku bahkan mulai menutup mata dan tak bisa kubuka lagi, sepertinya aku sudah hilang kendali diri sendiri. Ayah yang disampingku terdengar sangat panic dia terus meanggil-manggil namaku. Aku rasanya mulai tak sadarkan diri dan badanku terasa terangkat keatas. Ayah menggendongku keluar sambil membuatku sadar. Hari ini hari rabu dan untuk pertama kalinya selama sebulan ibu datang kepadaku dan bertanya “nazwar kenapa?”.

Suara ibu sangat terdengar jelas ditelingaku sangat jelas tapi, aku tak dapat mengatakan apapun waktu itu. “ayah cepatlah bawa nazwar berobat !” ibu terdengar lebih panik lagi dari ayah. Ayah lalu mengatakan padaku “ nak,kita pergi kerumah sakit ya. Nazwar berobat dulu ya ?” ayah bergegas menghidupkan motor dan ibu memegangku untuk tetap berdiri. Aku dinaikkan keatas motor, ayah yang membawanya dan ibu berada dibelkang memegangku. Ibu terus memanggi namaku sepanjang jalan dan berkata “nazwar ini terakhir kalinya ya ibu antar berobat, habis ini ibu gak mau antarin aal berobat lagi.”

Setelah mengatakan itu  ibu tak berkata apa-apa lagi dan hanya terdengar ditelingaku ibu sedang menangis dibelakang. Aku sampai dirumah sakit dan ayah langsung menurunkanku serta menggendongku keruang UGD. Aku dibaringkan ditempat tidur berlapiskan kulit yang berbunyi-bunyi, aku masih setengah sadar dan dokter berusaha menyadarkan ku serta memberi beberapa pertanyaan. Entah berapa lama aku terbaring disana sambil dokter memeriksa ku, dokter bahkan sudah memberiku obat dan menunggu respon dari obat tersebut.

“keliatannya anak bapak sudah baikan, ini hanya demam tinggi pak makanya dia mengalamai kejang-kejang .” aku mendengarkan dokter mengatakan itu pada ayah. Ibu hanya duduk disampingku tanpa mengatakan apa-apa. Ayah datang kepadaku “ nazwar udah bisa pulang malam ini, jadi kita pulang lagi ya”. Aku hanya mengangguk dan ibu pun bersiap-siap diluar. Kami berangkat pulang dengan seperti waktu perginya. Ibu tak berkata apapun diperjalanan pulang kepadaku, ibu hanya meminta ayah berhenti sebentar dan membeli kue. Begitulah sampai kami tiba dirumah.

sampai dirumah ibu menyiapkan tempat tidurku didepan tv dan langsung menyuruhku tidur. Ibu mengambilkan makan untukku dan menyuruhku makan. Aku memakan nya sedikit dan meminum obat setelah itu. Tanpa berlama-lama aku pun tertidur, setelah itu aku tak tau apa yang terjadi hingga paginya.

Pagi ini adalah hari kamis, sekolah diliburkan kata teman-teman kelasku. Aku tak melakukan apapun pagi itu hanya melihat ibu berkemas-kemas membersihkan rumah dan menonton tv. Ibu melihatku dan mengatakan “cepat sembuh ya nak”. Itu adalah satu kata dari ibu pada hari kamis itu dan setelah itu ibupun tak berkata apa-apa lagi. Begitulah hari kamis berlalu dan aku masih belum minta maaf kepada ibu.

Sekarang adalah hari jum’at, hari dimana diadakannya upacara hari pendidikan nasional.Aku bangun lebih awal pagi ini tapi aku tak melakukan apa-apa, kali ini aku tidur dikamar bukan didepan tv. Aku hanya mendengar ibu memasak didapur aku pun berdiri berjalan kedapur, dipintu aku hanya memandangi punggung ibu dengan niat ingin meminta maaf tapi aku masih belum melakukan nya pagi itu.

Aku kembali ketempat tidur menunggu waktu pagi dan membuat surat izin tidak masuk kelas karena aku masih merasa demam. Aku membuatnya dan pada saat ingin meminta tanda tangan orang tua hanya ibu yang dirumah karena ayah sudah pergi bekerja. Aku begitu enggan memintanya padahal ibu adalah orang yang menjadikanku seperti saat sekarang ini. aku berjalan kekamar ibu dan dipintu aku melihat ibu seperti sedang kesakitan, aku langsung masuk kekamar ibu menanyakan apa yang terjadi kepada ibu tapi ibu tak menjawab. Ibu berbaring ditempat tidurnya dengan kesakitan lagi dan lagi. Aku tak bisa melakukan apapun, aku hanya meanggil ibu memanggilnya lagi dan lagi. Aku berteriak meanggilnya tapi tetap tak ada respon dari ibu, aku menelpon ayah dan mengatakan ibu sakit.

Belum berapa lama setelah aku menelpon ayah, ayah langsung datang. Ayah langsung menelpon temannya untuk membawakan mobil, tanpa piker panjang ayah membawa ibu masuk kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit. Aku mengiringi dibelakang menangis memanggil nama ibu. Aku juga ikut masuk kedalam mobil, didalam mobil aku tetap memanggil ibu karena ibu sepertinya sangat kritis dan hanya bernafas sesekali. “ ayah ibu kenapa ? ayah apa ibu akan baik-baik aja ?” berpuluh-puluh kali aku menanyakan itu pada ayah dan jawaban ayah hanya satu “ ibu baik-baik aja nak”.

Aku terus menatapi wajah ibu dan perlahan mulai memucat serta ibu bahkan hanya bernafas sesekali dam waktu beberapa menit. Aku sangat takut dan itu adalah ketakutan yang nyata. Ditengah perjalanan aku melihat ibu sungguh sangat sudah pucat dan aku bertanya pada ayah apakah ibu baik-baik saja dan ayah tetap dengan jawaban yang sama. Suara ayah sangat gemetaran menjawab pertanyaan ku. Air mataku tak kunjung berhenti hingga akhirnya sampai dirumah sakit. Ibu dibawa ke UGD, aku melihat wajah pucat ibu diperiksa oleh dokter dan dokter diam sejenak lalu “ pak, ibuk sudah meninggal”.

Ini adalah kata yang sangat aku takutkan, jantungku berdetak sangat kuat telingaku berdenging sangat deras dan duniaku berputar sangat cepat. Ini mengguncangkan ku, aku berteriak sejadi-jadinya menangis melulung diruang UGD tanpa memerlukan pasien lain didalamnya. Aku terguncang sungguh terguncang, ini bukan duniaku ini bukan diriku, aku benar-benar hilang pada saat itu aku tak merasakan diriku. Berteriak menangis kepada ayah “aku yang salah aku yang salah aku yang salah” itu keluar dari mulutku sambil menagis. “aku yang salah aku yang udah buat ibu meninggal aku yang salah “ tak henti aku mengatakan itu pada ayah tak henti aku bertiak tak henti pula aku menangis. Aku kehilangan setengah diriku aku kehilangan setengah hatiku aku kehilangan setengah dari hidupku.

Setengah dari hati, diri dan duniaku hilang pada hari itu. Aku tak merasakan diriku yang setengahnya lagi, aku hanya terus menangis dan berteriak “ aku yang salah aku yang buat ibu meninggal “.’’ Ini adalah kesalahanku ini adalah salahku’’ hanya kata itu yang terngiang dalam otakku. Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupku, penyesalan yang tak akan pernah ada yang sesakit ini. hatiku benar-benar hancur dan hilang. Mata kananku mulai kabur dan seluruh badan kananku tak terasa dan kaku. Aku masih berteriak dan berdiri, pada saat ingin tumbang dengan setengah badanku yang terasa dan sebelah mata yang terbuka aku melihat ici menangis dipintu UGD.’’ Apakah ini ??’’ dan akupun tumbang.

Bersambung ….

Nantikan Chapter 3 berikutnya!



Silahkan Lihat Chapter 1 Cerbung "Setengah"
Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Sunday, March 6, 2016 | By: Bagus Yulianto

Chapter 1 Cerbung "Agen 009" Karya YuPraw

Cerbung
Karya : YuPraw

Wallpaper Mata Keren



Agen 009

“Priiit priit!” Dengan penuh semangat di hari yang panas bianca mengatur jalannya lalu lintas.

Ini adalah hari kesekiannya bekerja sbgai seorang polisi wanita dan ditugaskan di Jalan Aru.  Dengan rambut pendek sebahu, tinggi semampai, kulit putih bersih yangg mungkin bakalan membuat pengguna jalan rela mentah-mentah ditilangnya.

Hari itu ssangat panas, saking panasnya ayam lewat aja bsa jadi mateng. Jam kerja bianca sudah selesai jam 13.00 WIB dan diganti dan shift slnjutnya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, mumpung ada restoran cepat saji bianca nyempetin buat mampir makan siang.sebelum otw bianca masih sempat2in buat ganti pakaian. Dia menanggalkan sergamnya dan menggantinya dengan atasan kaos putih dengan yang bertuliskan pride in me, dan bawahan jeans biru koyak2. Tak lupa dia pun mengganti spatu bootsnya dengan sneakers casual dan menguncir rambutnya. Siapa yg menyangka cewek tomboy yang "kayak ada manis2nya gitu" adalah seorang polisi?

“Selamat siang, mau pesan apa mba??” Sapa sang pramusaji

“Paket suberbesar satu ya mbak.”

“Ada yg lain??” Tanya si mbak ramah.

“Nggak mbak, itu aja”

“Oke!”

Lalu si Mbak mengulangi pesanan Bianca. Tak lama kemudian pesanan pun jadi, bianca yg udah kelaperan membawa baki dengan kcpatan jalan di atas rata2. Terus berjalan, bianca ngak sadar ada sesok makhluk di depannya, dan jedur. Piring, gelas, aym, nasi, minuman, dan pipet pus sukses berhamburan. Sontak membuat bianca terkejut. Sadar akan kesalahannya, bianca memanfaatkan status sosialnya sebagai cewek, dimana cewek ngak pernah salah, jika cewek salah, maka kembali ke pasal 1, cwek ngk pernah salah!! Titik.

“Woi mbak kalo jalan pake mata!!” Jawab makhluk yang bersetelan rapi tsb yg ditabrak bianca dengan mata yg melotot.

“Eh cumi dimana-mana orang jalan pake kaki yaa!!” Jawab bianca ngk kalah serem.

“Emang lo bisa jalan pake mata??. Pokoknya gw ngk mau tau lo harus minta maaf, sekarang!!” Si makhluk tersebut yg ngrasa ngk bersalah malah melakukan counter attack.

“Ehhh, jangan seenak udel lo aja nyurh gw minta maaf. Emang yg jalan buru2 siapa?” Bianca malah menjawab lebih sadis.

“woi mafia kw, yng nyuruh lo berdiri di tngaah jalan siapa??. Ya terserah gwe dong, kaki kaki gw, emangnya restoran ni punya nenek moyang lo ??”

Sadar akan ada keributan beberapa pelayan mencoba menenangkan kedua insan tersbut dan membisikkan sesuatu ke tilinga si mafia kw trsbut. Mas resto ini emeng punya nenenk moyangnya neng bianca yg udh turun temurun, sontak si mafia kw pun kaget. Yaudah nih gue ganti, smbil menyodorkan beberapa lembar uang. Bianca pun menrawang brpa jumlah uang yg diberikan si makhluk misterius tsb. Sambil sok jual mahal bianca berkata lo pikir duit lo cukup ngbayar rasa malu gw?. Dengan rasa kecewa si makhluk tersebut pergi dan memasukkan kembli uangnya kedalam saku celannya, karena merasa kecewa kebaikannya tak dihargai.

Akibat insiden tersebut bianca kehilangan nafsu makannya tapi cacing diperutnya lebih mengganas mntak makan, maka biancaa pun mesen lagi. Kali ini bianca mebawa makanannya dengan lebih hati2.
***

Hendak ingin masuk kedalam kantor kepolisian, bianca dihadang pak teuku. Kamu bianca kan?? Yg kmren jaga pos di jalan assasin, siap ya! Jawab bianca lantang. Nanti temui saya di ruangan saya pinta pak teuku penuh wibawa. Siap!! Ya. Jawab bianca lantang.

Toktok, ketuk bianca mencoba sesopan mungkin, karena yg dihadapinya skrg adalah seorang krpala polisi. Diruangannya bianca sudah ditunggu pak teuku dan seorang pria paruh baya berperawakan sangar. Dengan rambut rapi brewok dan sdikit kumis tipis menghiasi bagian atas bibirnya membuat pria tsb tampak macho dan karismatik.

Bianca, ini inspektur thomas yang akan mendampingi kamu dalam sebuah misi lapangan. Bianca, ucap bianca dengan ramah dengan sedikit senyum tersyungging di bibirnya dan memperlihatkan sdkit gigi gingsulnya sambil menjabat tangan thomas. Thomas, panggil saja inspektur thomas. Balas inspektur thomas dengan sopan. Sopan sopan ganjen (ieeywh).

“Misi lapangan?? Mksdnya gmna ya pak?” Tanya bianca dengan penuh penasaran.

“Yaap, misi ini adalah untuk menggagalkan perdagangan senjata gelap. Salah satu rekan saya berhasil mendapatkan info bahwa perdagangan gelap ini akan dilakukan di pelabuhan kota ini. Maka dari itu saya menugaskan kpd kamu sebagai polisi ori cetakan padang city yang pastinya hafal seluk beluk kota ini.saya juga meminta bantuan kepada detektif polisi daerah pikumbuaah yg juga turt ikut andil pd misi kali ini.”

Tak lama kemudian terdngar suara pintu diketuk. Ya silahkan masuk jawab pak teaku. Sesosok makhluk dengan rambut acak2an, bersetelan jas hitam kemeja merah celana hitam masuk sambil mengucap salam. Sontak bianca pun terkejut. Makhluk yang masuk tadi ternyata adalah si mafia  kw yang ngelempar makanan bianca sampai berhamburan (dalam versi cerita bianca).

“Eloo?!. Eh tupai! Ngpain lo kesini, bianca mencoba menyerang. Sypa yg lo panggil tupai?” Jawab makhluk tersebut dengan posisi bertahan.

“Ehh, jadi kalian udah saling kenal?? Bianca, ini adalah steve, seorang detektif polisi sektor pikumbuah, namanya steve bukan tupai! Steve, ini bianca seorang polisi wanita yang baru dilantik beberapa bulan lalu, dan saya puas dengan pelayanannya. Maksud saya pelayanannya pada masyarakat.”

 Di dalam hati steve bergumam "nih kepala polisi selera humornya leh ugha". Saya harap kalian bertiga dapat bterkoordinasi dengan baik sebagai team yang solid dan menjalankan misi ini dengan penuh tanggung jawab.

Mereka bertiga inspektur thomas, bianca, dan steve telah dilantik oleh pak teuku sebagai satu kesatuan dalm team yang akan memberantas mafia senjata ilegal. Setelah beberapa saat mereka bertiga keluar dari ruangan pak teuku. Thomas sebagai inspektur memberikan beberapa wejangan kepada hulubalangnya tentang misi dan gerakan yang akan dilakukan. Mereka sepakat untuk membahas misi ini di tempat yg sangat private, yaitu di pecel lele halim daerah by pass dan sling tukeran kontak, baik itu no hp, wa , bbm, instagram, dan berbagai macam akun sosmed lainnya.

“Pai(tupai(steve))!! Gw harap lo ngk nghlangin gw d misi kali ini.” Ucap bianca ketus.

Walau begitu steve tidak terlalu menghiraukan karena terlalu fokus pada lagu little mix yang magic yg di dengar nya lewat earphone. Sebelumnya Bianca ganti seragam dulu dengan pakaian sporty tp masih trlhiat casual. Dengan jersey arsenal sebagai atasan dan hotpants biru pudur, sendal gunung dan rambut yg d kuncir ekor kuda. Ditambah dengan beberapa gelang menghiasi pergelangan tangan imutnya. Mereka bertiga naik fortunernya inspektur thomas, karena naik avanza udah terlalu mainstream. Ketika inspektur lagi nyopir, bianca sibuk check instagramnya, karena akhir2 ini banyak komentar-komentar aneh d akun sosial gadis tomboy cantik tsb. Misalnya aja kayak gini

"tilang aku buk polwan karena aku ngk punya sim (surat izin meminangmu)" eaaah

"kan ku borgol hati kita dan kubuang kuncinya ke laut, agar kita menyatu selamanya"-_-

"tangkap aku, dan penjarakan aku dihatimu" anjaay

Makin lama komen nya makin berani, tapi bianca tidak menggubrisnya, karena dia sadar mungkin itu adalah salah satu resiko jadi polisi ngehits di padang city ini.

"saya denger kelian udah saling kenal, kenalnya dmna??" inspektur mncba memecah keheningan dalam mobil mahalnya. Ohh anu inspektur, si cumi ini ngehamburin makanan saya pas saya mau makan di d besto. Oo sperti itu. Steve ttp brkutat dengan lagu2 popnya kayak, raku sikumbang, soni derikson, beniqno, rayola dll. Tanpa sadar dirinya dirumpiin inspektur dan bianca dan sempat beberapa kali terckek scra tiba2. Trus dia minta maaf ngk?? Tanya inspektur kepo. Dia nya sih ngk minta maaf, tapi saya udh maafin kok, lgian ini sepenuhnya bukan kslahan dia, haha. Jawab bianca dengan besar hati. Kamu ini, bukan dadanya aja yg besar, tapi hatinya juga, haha. Nggak ah, saya cuman bercanda. Celetuk inspektur yg mulai memanfaatkan keadaan. Eeywh

Setelah cukup lama berbincang2 hangat akhirnya sampailah di tempat yg dtunggu2. Tempatnya pas banget ditepi jalan, jadinya susah buat nyari parkiran gara gara bus tampalo, travell yg asal2an markir. Di siang yang panas itu tidak lupa pula truk pengangkut semen juga banyak lalu lalang memperburuk situasi yang saat itu udah panas berdebu dan banyak asap yg keluar manja dari knalpot truk truk reot tersebut. Beruntung setelah parkir trio tersebut langsung masuk ruang makannya. Private banget. Ruang makannya exclusive bgt wlau cuman makan pecel lele.

Hwala humbaa, saatnya meseen. Stu lo makan apa? Tanya bianca galak tapi penuh perhatian krna ngliat badannya lemes dan d mobil td cman tidur2an. Pecek ayam satu, minumnya sop buah. Kalau inspektur?  Sama aja kayak steve.


Bersambung...

Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Tuesday, March 1, 2016 | By: Bagus Yulianto

Apa Kita Punya Cerita Yang Sama? Puisi Kehidupan - Perjalanan Hidup

Yudha Prawira - Dunia Sastraku - PNP Menulis, sebuah Puisi Kehidupan tentang perjalan hidup yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain. Puisi Kehidupan yang dikirimkan oleh Yudha Prawira (1 DIV EC) ditulis dengan penuh intrik kehidupan yang sangat menarik untuk dibaca.

Orang Ganteng


Perjalanan Hidup
Karya : Yudha Prawira


Secercah cahaya merekah dalam lamunan kosong
Akan sebuah perjalanan
Semua cinta cita dan harapan
Semua telah kukorbankan
Demi mimpi yg slalu kuimpikan

Ku terus berkelana
Dengan kaki penuh luka penuh darah
Mencoba menggapai asa
Mengukir cerita
Meski banyak cobaan yng harus ku derita

Debu menari seolah ingin menghiburku
Yang semakin lelah dan rapuh
Akan hidup rekaan yg diberikan tuhan kpdaku
Hujan pun menyanyikan rintikannya
Seolah mengerti kesepianku

Dalam hening ku berlari
Dalam hening ku terjatuh
Dalam hening ku berteriak
Dalam hening ku terdiam
Dan dalam hening aku mati

Padang, 1 Maret 2016

Untuk mendownload, klik link dibawah

Download

Silahkan baca Puisi Kehidupan lainnya Disini



Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA

Entri Populer

Blackjack widgets