Saturday, November 5, 2016 | By: Bagus Yulianto

TAK PERLU KADO MAHAL UNTUK PAHLAWANMU - Achmad Rifa'i - Lomba Menulis Cerpen

TAK PERLU KADO MAHAL UNTUK PAHLAWANMU
 Achmad Rifa'i

Sebagai seorang pelajar, tentunya kita mempunyai pahlawan . Guru adalah pahlawan kita di sekolah . Dia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa memiliki peranan penting dalam mendidik siswa-siswinya. Tanpa kata “lelah” beliau membimbing putra putri bangsa dengan kesabaran. Lantas sebagai siswa apa yang  sudah kita berikan kepada untuk “Guru”? jangan harap terus diberi kalau kita tidak memberi,  kawan ?.
            Di bulan November terdapat hari bersejarah untuk guru .Tepatnya tanggal 28 November 2015 yakni Hari Guru Nasional . lantas, fenomena yang  terjadi disekolah-sekolah ada perayaan hari guru. Sudah biasa juga guru dapat bunga dari siswa-siswinya. Namun sekali lagi , kado tidak harus material.
            Namanya  Arif, seorang  anak pedagang asongan. Setiap hari ia menaiki motor butut ke sekolah.
Hari guru tahun ini, sama dengan tahun-tahun lalu. Biasa tanpa ekspresi. Arif nampak tidak sesibuk teman-temannya yang kesana-kemari sibuk dengan kado untuk guru. Dengan  gaya polosnya, ia hanya membuka lembar-lembar buku itu. Dan menulis sesuatu di buku hariannya. Namun tiba-tiba dia pergi meninggalkan buku harian.
            Luar biasa. Ku baca perkata dari lembaran kecil itu . Ternyata ia menyiapkan sebuah kado luar biasa untuk gurunya. Aku tidak pernah menyangka dengan Arif. Seorang anak pedagang asongan   adalah anak mulia.
 Kado itu memang bukan materi melainkan suatu sikap yang  jarang dimiliki anak Indonesia  selama ini. “JUJUR”itulah yang sikap yang dimiliki Arif. Dalam buku itu tertulis bahwa dengan jujur,  ia menghormati guru dan berharap semoga ilmunya barokah dan bermanfaat.
            Sebuah realitas , di Nusantara ketika korupsi sudah menjadi makanan pokok berita di tv se-antero jagat raya . namun , di pelosok negeri masih ada seorang  anak “ Jujur”. Dia adalah Arif. Gurnya memang tahu,  Arif selama ini tidak pernah memberikan  materi kepada gurunya. Tapi dibalik polosnya, terdapat sebuah sikap kesatria yang patut kita tiru dan mahal harganya yakni kejujuran. Perbuatan baik memang sudah selayaknya tidak digembar-gemborkan tetapi boleh dipublikasikan namun dengan tujuan memotivasi temannya agar berbuat kebaikan juga.
Seperti yang diakatakan John lennon  “Being honest may not you a lot of friends but it will always get you the  right ones”(menjadi jujur tidak akan membuatmu memiliki banay teman tapi kejujuran akan selalu membawamu kejalan yang benar )
            Sudah seharusnya , sebagai pelajar kita tetap mengutamakan kejujuran. Sikap mulai Arif patut ditiru. Tidak perlu ribuan bunga ataupun ratusan kado untuk gurumu, kalau kamu sama sekali tidak menghormati dan tidak jujur saat ujian . Apalagi sebentar lagi banyak teman-teman yang melaksanakan ujian semester ganjil .
Mari kawan sebagai pelajar ataupun mahasiswa kita harus selalu berdoa, semoga dalam proses belajar kita  dijauhkan dari sifat-sifat yang tercela, termasuk berbuat curang dan membohongi generasi-generasi penerus bangsa.

            Sebab jika kita turut andil dalam melakukan kesalahan tersebut, selain akan merusak moral dan sistem pendidikan yang ada kita juga akan selalu dihantui perasaan bersalah atas kecurangan yang diperbuat dan pastinya nantinya akan menerima azab pedih di akhirat kelak .
Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA

0 comments:

Post a Comment

Entri Populer

Blackjack widgets