Wednesday, September 7, 2016 | By: Bagus Yulianto

Apa Kura-Kura Air Tawar Bermimpi? Sebuah Cerpen dari Kumpulan Cerpen-Cerita dari Kampung

Salam sastra, semuanya. Kali ini saya akan membagikan cerpen saya yang baru-baru ini telah dibukukan dalam Kumpulan Cerpen-Cerita Dari Kampung terbitan Aura Publishing. Berbicara tentang kebiasaan-kebiasaan yang sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat di perkampungan. Bukan sebuah kehidupan yang terbelakang melain sebuah kehidupan yang layak untuk dikatakan sebagai sebuah kesenangan yang selalu disrundukan oleh para tokohnya.

kumpulan cerpen cerita dari kampung


APA KURA-KURA AIR TAWAR BERMIMPI?

“Ah, manusianya sudah berbeda lagi.”
“Maksudmu?”
“Bukan urusan kita. Tapi, manusia yang datang ke sini selalu berbeda. Sirip bercabangnya ada yang panjang, ada yang pendek, dan ada yang dibalut kulit berbulu.”
“Tidak apa-apa. Sekarang kita sedang bermimpi, bukan?”
Aku adalah kura-kura air tawar. Kehebatan kami adalah hidup di daratan dan di dalam air. Menghabiskan sebagian waktu di dalam sungai atau lumpur. Meskipun demikian, kami mampu bertahan dalam waktu yang lama berada di daratan. Asal kalian tahu saja, kami kura-kura air tawar dapat hidup di sungai kecil di atas perbukitan. Jangankan disana, di dalam hutan dengan sedikit air saja kami mampu bertahan hidup. Karena hidup, kami sendirilah yang mengusahakannya. Bukan campur tangan kura-kura air tawar lainya dan bukan pula karena manusia.
Meskipun kami jarang berkumpul bersama layaknya manusia, tapi itulah yang membuat kami kuat dan tegar. Berenang dan merangkak ke sana ke mari seorang diri. Memakan segala sesuatu yang kami usahakan sendiri. Karena alam sudah sangat baik kepada makhluk yang hidup di atasnya. Mengalirkan air setiap tahun lengkap dengan sesemakan yang tumbuh di sebelahnya. Menghembuskan angin untuk menjatuhkan buah-buahan dari pohonnya. Menurunkan bulir-bulir air sungai dari atas dan darinya tumbuh sayur-mayur. Hijau merekah sangat menggugah seleraku ini. Ah, sungguh beruntung menjadi kura-kura air tawar.
Gerak lambat tak membuat kami letih. Berputus asa dan membutuhkan istirahat. Jangankan istirahat, tidur saja kami jarang. Palingan kami tidur saat cuaca sedang tidak bersahabat. Terik cahaya di atas kepala kami yang seakan-akan memancarkan kemarahannya kepada kura-kura air tawar. Untung saja kami punya tempurung yang membuat kami bisa berlindung di dalamnya dan membenamkan diri di dalam lumpur. Asal kalian tahu saja, jika kami kura-kura air tawar sudah tertidur di dalam lumpur karena terik matahari, butuh waktu lama bagi kami untuk bangun. Sungguh nyaman dan nyenyak di dalam sana. Seingatku, hanya ada kegelapan di sana. Sungguh kelam dan tak menyisakan cahaya untuk merembes di antara tempurung kami. Karena kami tahu, di mana ada kegelapan pasti kami sedang bermimpi, bukan?
Mungkin manusia merasakan dan melakukan hal yang sama untuk tidur.
            Kebanyakan dari mimpi kami tentang manusia. Manusia dan kura-kura air tawar. Oleh karenanya, mimpi kami terasa menakutkan. Di kala gelap, manusia berjalan dan merangkak. Bunyi dentuman sepatunya seperti dentuman air terjun di hulu sungai. Beberapa dari mimpi itu, membawa petaka bagi kami, kura-kura air tawar.
            Misalnya mimpi salah satu-satu kura jantan yang tengah berjemur di bibir sungai itu.
            Kau lihat kura-kura air tawar yang disana? Ukurannya hampir sama denganku. Dengan kaki dan ekor yang terlihat kokoh dan kuat. Ia mampu merangkak keluar sungai seorang diri. Meskipun aku juga bisa melakukannya. Tapi, ia hanya memerlukan waktu beberapa saat saja untuk melakukannya. Seingatku ia pernah menghilang beberapa waktu. Secara ajaib, ia kembali lagi ke sungai tempat kami tinggal. Dan selama itu pula, ia tidak mempunyai pasangan.
            Meskipun kami seekor kura-kura air tawar yang lambat dan keras, tetapi mencari pasangan dan keturunan juga sangat penting. Menemukan betina yang benar-benar cocok sangat sulit bukan. Sama halnya dengan keadaanku saat ini. Meskipun sangat ingin memiliki pasangan, tapi masih “belum siap.”
            Kami, kura-kura air tawar memiliki hidup rata-rata empat puluh sampai lima puluh tahun. Cukup lama, bukan? Butuh waktu cukup panjang bagi kami untuk menjadi kura-kura dewasa dan siap untuk mencari pasangan. Biasanya kami siap memiliki keturunan pada usia lima belas sampai dua puluh tahun. Dan aku salah satu kura-kura yang belum mencapai hal tersebut. Karena sekarang usiaku masih tiga belas tahun. Setelah siap untuk kawin, barulah kami menjalani kehidupan bahagia bersama pasangan dan anak-anak kami. Membayangkannya saja sudah membuatku bahagia, apalagi sudah terjadi. Barangkali, aku akan punya dua puluh telur.
            Semua kesenangan itu sudah tak tercapai lagi untuk kura-kura yang aku ceritakan tadi. Kura-kura air tawar yang memiliki ukuran tubuh hampir sama denganku.
            Menurut beberapa cerita dari teman-teman sesama kura-kura air tawarku, saat usianya tujuh belas tahun, manusia mengambilnya dari dalam sungai. Kemudiannya tak sanggup menghindari tangan-tangan manusia yang sekedar iseng memungutnya dari dalam sungai. Kala itu ia tengah bermimpi. Suasana sangatlah gelap. Tak ada sinar bulan yang terpantul dari daun talas yang tumbuh satu-satu di tepi sungai. Terdengar suara manusia.
            “Ayo cepat, perut aku sudah sakit.”
            “Iya, kamu yang mau buang air, kenapa aku yang repot.”
            “Akukan takut.”
            “Tidak ada hantu di sini. Palingan deru mesin di pabrik getah yang di atas sungai. Ayahku yang bekerja di sana melarang kita main ke sungai malam-malam begini.”
            “Kenapa?”
            “Ya, tidak tahu. Ayo buruan!”
            “Iya, iya.”
            Seketika menjadi hening. Hanya suara air mengalir yang terdengar sayup di telinga kura-kura air tawar itu.
            “Ah, aku bermimpi lagi. Gelap, sama seperti di dalam lumpur.” Pikir kura-kura jantan itu. terus saja membuka matanya kala itu. beberapa rerumputan di tepi sungai masih sempat ia ia kunyah perlahan sebagai pengganjal perut. Tiba-tiba.
            “Hei, coba lihat yang aku temukan.”
            “Apa itu?”
            “Sepertinya labi-labi.”
            “Bawa pulang saja untuk di pelihara.”
            “Boleh.”
            Kalian tahu, sebelum mencapai usia dewasa, kura-kura tidak boleh diambil dari tempat tinggalnya. Hilang harapan bagi kami untuk mencari pasangan. Apalagi melahirkan telur-telur yang nantinya menjadi bahagia. Dan begitulah yang terjadi pada salah satu kura-kura air tawar itu. tetapi, kalian tidak usah khawatir. Karena itu hanyalah mimpi kami kura-kura air tawar. Melihat gambaran-gambaran tentang manusia di dalam kegelapan. Bukankah sama saja saat kami tertidur saat cuaca sedang tidak baik. Mungkin musim panas yang berkepanjangan membuat kura-kura air tawar banyak bermimpi akhir-akhir ini.
            Ada juga beberapa mimpi yang membuat keberadaan kami terganggu. Hal ini terjadi pada kura-kura kaki gajah. Kalian tahu, kakinya sangat besar jauh melebihi ukuran kaki-kakiku ini. Tapi, ia tak secepat aku saat mendaki bibir sungai. Keunikan itulah yang membuat mereka sering bermimpi. Ah, kura-kura air tawar memang suka bermimpi. Mimpi tentang kura-kura air tawar dan manusia.
            Mimpinya seperti ini.
            Terdengar derap langkah yang terdengar berat. Seperti sirip bercabang manusia dibungkus oleh sesuatu. Barangkali tempurung sudah tumbuh di kaki mereka.
            “Apa benar banyak baning di sini?”
            “Kata anak-anak yang sering main di sini, mereka acap kali melihat baning.”
            “Baiklah! Ayo kita cari!”
            “Kalau berurusan dengan uang, baru kau bersemangat.”
            “Seperti kau yang tidak suka uang saja. Saat ini, harga baning di pasaran sedang naik, bukan. Kalau kita dapat dua atau tiga ekor, pasti untungnya besar.”
            “Jangan pikirkan itu dulu. Ayo cepat cari.”
            “Iya, iya. Bagaimana aku bisa bergerak cepat kalai sepatu bot ini sangat berat dan besar.”
            “Pakai saja.”
            Seperti biasanya, saat itu dunia dipenuhi kegelapan dan bulan memantulkan sinar yang membuat beberapa rerumputan memiliki dua sisi. Satunya putih pucat dan satunya lagi gelap berkepanjangan. Sang kura-kura kaki gajah kala itu sendang merangkak menaiki bibir sungai. Perlahan-lahan karena kakinya yang begitu besar. Ah, meskipun di dalam mimpi, masih saja jalannya lambat.
            “Kalau kita menemukan dua baning, sisakan satu untukku, ya!”
            “Eh, kenapa? Bukannya dijual lebih untung.”
            “Iya tapi anakku terkena malaria. Kata orang, baning bisa menyembuhkan malaria.”
            “Oh ya?”
            “Iya!”
            “Yang aku tahu bisa menyembuhkan nyeri sendi dan TBC”
            “Itu aku juga tahu. Soalnya kemarin... Eh, ada bening!”
            “Dimana?”
            “Wah, sungguh besar.”
            Kura-kura kaki gajah itu hanya terdiam. Karena ia tahu, ia sedang bermimpi.
            “Oh, dalam mimpi ada manusia.” Pikirnya.
            Sejak saat itu, kami tak pernah lagi melihat kura-kura kaki gajah lagi. Tak seperti kura-kura air tawar sebelumnya, kali ini ia tak kembali. Sudah beberapa musim. Mungkin ia tertidur dengan lelap dan tak mau bangun dari mimpinya. Lumpur terasa sangat nyaman bagi si tua itu. aroma tanah yang lembap, tetes-tetes air yang merembes melalui cangkangmu yang renggang dan mimpi-mimpi yang sangat jarang kalian temui. Terkadang, aku juga mau bermimpi. Meskipun sampai saat ini hanya kegelapan yang kulihat tanpa manusia dan sirip bercabangnya.
            Keseharianku sungguh membosankan. Berenang di sungai dan sesekali menggigit daun talas yang tumbuh di tepinya. Meskipun kami tidak memiliki gigi, tapi moncong yang keras ini sanggup memotong dedaunan yang mencuat di bibir sungai. Beberapa kali aku merangkak keluar dari sungai dan memandang aliran air yang mengalir dengan perlahan. Tak ada betina yang terlihat berkeliaran di sekitar sini. Andaikan saja kami suka berkelompok. Pasti beberapa betina akan kudapatkan dan memiliki banyak telur. Aduh, tanpa kegelapan aku sudah bermimpi seperti itu.
            Sekarang sudah musim kemarau. Kalian tahu, terasa panas di mana-mana. Dedaunan tak segar lagi untuk dikunyah. Beberapa sungai dan danau sudah mulai mengering dan aku tak bisa lagi berenang di dalamnya. Meskipun merangkak ke sana sini, kami akan tetap berada di daratan. Ini saat yang tepat pula untuk membenamkan diri ke dalam lumpur sungai yang sudah mulai mengering. Aku harus bergegas selagi lumpurnya masih basah dan becek. Kalau tidak, kaki-kakiku ini akan kesulitan menggalinya dan tempurungku tak bisa menahan sinar matahari yang terik. Meskipun ia terlihat kokoh dan kuat, tapi alam sungguh tak sungkan pada kami, kura-kura air tawar.
            Ah, sungguh nyamannya membenamkan diri di sini. Meskipun tempurungku sedikit terlihat. Tapi tak apa. Asalkan aku bisa bermimpi dengan tenang bersama dengan kegelapan ini.
            “Oi, coba lihat!”
            “Apa ini?”
            “Tidak tahu.”
            “Coba saja di cabut.”
            “Eh! Tapi aku takut.”
            “Dasar penakut. Awas, biar aku saja.”
            “Oh, seekor kuya.”
            Kalian tahu, akhirnya aku bisa bermimpi seperti yang lainnya juga. Tapi, dalam mimpi ini di penuhi cahaya. Tak ada kegelapan yang terlihat. Sekarang aku tahu, ternyata kura-kura air tawar benar-benar bermimpi.
            “Bawa pulang yuk.”
            “Tidak boleh. Aku penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Sepertinya kosong.”
            “Apa benar.”
            “Bagaimana kalau di buka saja cangkangnya.”
            “Boleh.”


Padang, 5 Juni 2016, 19.23 WIB
Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA
Thursday, September 1, 2016 | By: Bagus Yulianto

11 Rekomendasi Film untuk Memunculkan Inspirasi dalam Menulis



11 Rekomendasi Film untuk Memunculkan Inspirasi dalam Menulis

Dalam menulis tentu sangat banyak hal yang bisa dilakukan dalam mencari ide-ide dalam menulis. Ide-ide ini akan memberikan kita inspirasi yang berkepanjangan sehingga membuat kita lancar didalam menulis. Banyak cara yang biasa dilakukan oleh para penulis dalam menemukan inspriasinya masing-masing. Mulai dari mencurahkan pengalaman pribadi, mendengar lagu, melihat pemandangan, dan menonton film.

Kali ini Dunia Sastraku akan memberikan rekomendasi film untuk para pembaca semua yang sedang mengalami stuck dalam menulis. Berharapkan dari rekomenndasi akan membantu sahabat pembaca semua.

1.      Gie

Gie

Ketika penulis menonton salah satu film Indonesia ini, tidak ada kata selain kata “luar biasa” setelah menonton. Susunan cerita yang disusun begitu apik dan mempesona disetiap adgannya. Memberikan arti sebagai seorang sastrawan. Sastrawan yang tidak terpengaruh oleh golongan dan pihak mana pun. Karena bebas adalah kata yang tepat untuk mengungkapkan sebuah karya seni yang dituliskan di atas kertas. Kalian harus menonton film Indonesia ini.

Diangkat dari kisah nyata seorang sastrawan yang hidup pada era Demokrasi Terpimpin, masa Presiden Soekarno. Bagaimana arus politik yang terus mendera dan ia yang tetap teguh dengan pendiriannya melalui tulisan-tulisan yang ia buat. Di sepanjang film akan diperdengar kata-kata indah dari buku harian sang tokoh.

Penulis sangat merekomendasikan film ini bagi pembaca yang berminat mengenal sastra.

2.      Pan
Levi Miller Pan

“Sometime, friends becomes an enemies and enemies becomes a friends.”

Film ini penulis rekomenadsikan pertama kali karena penggarapan film yang luar biasa. Film yang genre fantasi sangat cocok sekali direkomendaikan bagi teman-teman yang sedang menulis novel. Cerita yang disusun dengan tidak biasa akan membuat kita terkagum-kagum. Mulai dari latar tempat, plot, dan penggambaran karakter yang apik.

Film ini menceritakan tentang asal-usul Peterpan yang sudah sangat sukses dengan film sebelum. Petualangan bagaimana ia menemukan jati diri bersama dengan Kapten Hook. Seperti yang kita ketahui, bahwa Kapten Hook akan menjadi musuh Peterpan pada film yang sebelumnya. Tapi, di dalam film ini, Peterpan akan bekerja sama dengan kompak bersama dengan Hook.

3.      Narnia
Narnia

Bisa dibilang ini merupakan film favorit saya sendiri. Sangat direkomendasikan sekali bagi teman-teman yang menjalani kesendirian di dalam hidup. Terasa mengena di hati dengan berbagai luapan cerita yang memunculkan imajinasi. Apa kalian semua tahu bagaimana rasanya memiliki negeri yang membuat kita bisa hidup seperti yang kita inginkan? Maka cobalah nonton film ini.

Fil ini sudah dibuat dalam 3 fil. Yang pertama Narnia 1: The Lion, The Wicth, and The Warrdrobe; Narnia 2: Prince Caspian; dan Narnia 3: The Voyage of Dawn Treader.

Secara garis besar, film ini menceritakan tentang 4 orang adik-kakak yang tidak terlalu mengalami keberhasilan di dunia manusia. Suatu hari di panggil di sebuah dunia yang disebut Narnia untuk menjadi raja dan ratu.

Oh, ya. Penulis juga merekomendasikan sountrack film ini untuk didengarkan. Tentu saja irama lagu yang menyejukkan dan liriknya yang bermakna dalam sangat enak untuk didengarkan. Lagunya yaitu Regina Spektor-The Call (Soundtrack Narnia 2) dan Carrie Underwood-There A Place For Us (Sountrack Narnia 3).

4.      Ayat-Ayat Cinta
Ayat-Ayat Cinta

Barangkali ini merupakan film Indonesia terbaik yang pernah penulis tonton. Sebuah cerita yang disampaikan dengan sangat halus tetapi sangat mengena di hati. Deretan peristiwa yang tersusun dengan sangat, sangat, sangat apik membuat kita akan terkagum-kagum. Penggambaran watak yang sangat tidak mainstream membuat film tidak membosankan.

Menceritakan tentang kehidupan seorang pria yang selalu berada di kehidupan agama islam yang membuat ia nyaman dan bahagia. Hingga semua kemujuran selalu menghampirinya dan banyak digilai oleh para wanita. Sampai pada akhirnya ia menemukan sang pujaan hati. Bahkan dalam kehidupan pascapernikahannya masih ada sedikit rintangan yang mendera.

5.      Lucy
Lucy

Sebuah film dengan judul yang sangat sederhana. Pertama penulis mengira “Lucy” merupakan sebuah film romantis dengan seorang tokoh yang bernama Lucy. Tapi saya salah. Sebuah film yang bergenre Sains Fiction ini memiliki cerita yang luar bisa. Layaknya film hollywood yang lainnya, film ini digarap dengan sangat bagus sekali. Yang membuatnya luar biasa adalah ide cerita dan bagaimana cerita ini disampaikan.

Bercerita tentang seorang gadis yang bisa menggunakan otaknya hingga 100%. Tentu kemampuan ini akan dimulai dari yang terbawah sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Gadis itu bisa mencapai kamampuan maksimal otaknya karena ada sebuah narkoba yang ditanamkan di dalam tubuhnya. Karena sebuah kecelakan yang membuat narkoba itu pecah dan bereaksi dengan tubuhnya. Film ini sangat saya rekomendasikan sekali bagi yang sukan sains fiction.

6.      Assalamualaikum Beijing
Assalamualaikum Beijing

Hampir semua film yang diadaptasi dari novel Asma Nadia selalu menuai kesuksesan dan pujian. Salah satunya adalah film Assalamualaikum Beijing ini. Jika kalian kira film ini memiliki cerita yang mainstream. Saya akan jawab iya. Tetapi bagaimana cerita itu disajikan dengan bumbu yang tidak biasa dan menjadikannya istimewa, itulah kekuatan Asma Nadia dalam menulis novel. Apalagi cerota novel itu disajikan dalam bentuk film yang memiliki latar tempat tembok Cina, akan membuat film ini lebih istimewa.

Film ini menceritakan tentang seorang gadis penulis yang pergi ke Cina untuk membuat berita tentang tembok Cina. Disana ia bertemu dengan seorang pria Cina dan membuat mereka saling jatuh cita. Tapi, karena sang gadis mendadak menderira penyakit yang mengharuskannya segera pulang ke Indonesia. Tetapi, sang pria langsung menyusul sang gadis ke Indonesia dan mengalami hal tak terduga.

7.      A Little Thing Called Love
A Little Thing Called Love

Ini merupakan film Thailand pertama yang membuat penulis langsung jatuh hati dengan film-film Thailand lainnya. Film Thailand yang menyediakan budaya-budaya yang berbeda dengan Indonesia, membuat film ini asyik untuk di tonton. Sebuah cerita film yang begitu halus dan mengalir seperti air. Tidak terlalu banyak konflik yang membuat kita selalu tegang. Ketenangan di dalam film ini akan membuat kita akan senyum-senyam sendiri.

Menceritakan seorang gadis yang mencoba untuk merubah dirinya untuk membuatnya pantas bersanding dengan seorang kakak kelas yang banyak digilai oleh para gadis. Perjuangan itu terasa sia-sia saat sang kakak kelas sudah memiliki kekasih saat kelulusan. Disaat terakhir, dimana hati terasa hati dapat disatukan, sebuah kejadian tak terduga menghampiri sang gadis.

8.      Descendent of The Sun
Descendent of The Sun

Kepopuleran drama korea ini sudah tidak diragukan lagi. Para penggemar drama korea sudah pasti mengetahuinya. Awalnya penulis Cuma iseng-iseng untuk menonton drama korea ini. Karena saking terkenal dan populernya membuat rasa ingin tahu saya meningkat. Barangkali belum terlalu banyak drama korea yang saya tonton, jadi belum terlalu bisa membuat perbandingan dengan drama-drama korea lainnya. Tetapi, drama ini kualitas yang setara dengan kepopulerannya. Cerita yang disajikan untuk menguras emosi para penikmatnya, tetapu tidak berlebihan. Kehalusan penyajian dan latar-latar yang memunculkan imajinasi, sangat cocok bagi para penulis yang membuat cerita Romance. Ditambah para pemerannya yang cantik-cantik. Ehhmmm..

Bercerita dengan kehidupan percintaan yang harus dijalani oleh seorang tentara dan seorang dokter. Bagaimana mereka harus menjalankan pengabdiaannya dalam profesi dangan menyeimbangkan kehidupan pribadinya.

Dengan jalan cerita yang beralur maju, tidak terlalu banyak memunculkan konfilk berlebihan. Ceritanya terkesan santai dan tidak biasa. Yang penting luar biasa.

9.      Pendekar Tongkat Emas
Pendekar Tongkat Emas

Film ini merupakan film kolosal yang menceritakan tentang dunia persilatan di nusantara. Film ini di buat oleh Mira Lesamana dan tentu saja memiliki kualitas yang sangat bagus sekali. Adegan-adegan pertarungan yang terlihat sudah sangat bagus ditambah dengan para pemerannya yang berakting dengan sangat bagus sekali. Sebuah saja Reza Rahadian dan sederet artis papan atas lainnya. Yang sangat istimew adalah latar tempat di dalam film ini sangat menonjolkan keindahan alam Indonesia.

Menceritakan sebuah perguruan silat yang mengalami kekacauan akibat perebutan sebuah tongkat. Pemilik tongkat emas itu berhak memerintah perguruan itu dan memiliki jurus yang sangat kuat. Pertarungan dalam memperutkan tongkat ini, membuat pemberontakan dari beberapa murid.

10.  Paper Town
Paper Town

Sebenarny, penulis bingung dalam menggambarkan keunikan film ini. Saya sarankan untuk menonton film ini dalam suasana tenang. Karena penggambaran film yang sangat halus sekali, membuat kita harus fokus dalam mengikuti setiap emosinya. Cerita yang terkesan datar dan unik, akan membuat kita akan berpikir dua kali dalam menontonya. Yang penting, fil ini sangat tenang dan damai sehingga membuat perasaan kita bercampur aduk pastinya.

Menceritakan perjalan seorang pria alam mengejar gadis pujaannya yang bersembunyi di sebuah tempat tersembunyi. Tempat itu tidak terdeteksi di peta sehinggan disebuh “Kota Kertas.”

11.  How to Train Your Dragon
How to Train Your Dragon

Film animasi buatan hollywood hampir semuanya memiliki kualitas yang sangat bagus. Salah satunya adalah How to Train Your Dragon. Sepanjang menonton film kalian akan disuguhkan dengan lucuan khas ala hollywood yang akan membuat kita tertawa tertahankan, senyum senyam, dan berapi-api.

Bercerita tentang suku viking yang selalu diganggu oleh sekumpulan naga. Sampai pada suatu ketika seorang anak berteman dengan seekor naga. Persahabatan itu mengantarkan suku viking pada sebuah rahasia besar dibalik kemunculan naga-naga tersebut.

Demikian 11 Rekomendasi Film untuk Memunculkan Inspirasi dalam Menulis versi Dunia Sastraku. Rekomendasi tersebut bersifat subjektif dan tergantung selera dari penikmatnya. Berharap ada komentar dan rekomendasi lainnya dari para pembaca.

Terima kasih.
Sumber : http://www.postinganmusa.com/2015/06/cara-membuat-tombol-share-keren-di-blog.html#ixzz420Z3yCcA

Entri Populer

Blackjack widgets